Ingin Kembangkan Biogas, Wagub Jateng Study Banding di Tiga Kabupaten

“Saya yakin kok dimanapun pasti ada yang punya ternak sapi. Nah ini tinggal bagaimana mengelola biar masyarakat bisa punya digester (pengolah biogas) di rumah, atau syukur-syukur bisa komunal. Dan saya terima kasih kepada kawan-kawan di tiga desa di Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Kabupaten Semarang, ayo kita diskusi bareng-bareng mana yang perlu kita kembangkan,”paparnya.

Setelah meninjau desa-desa penghasil biogas, orang nomor dua di Jateng itu mengusulkan agar jajarannya segera mencari solusi terkait tempat penyimpanan. Dari hasil laporan yang dia terima, masyarakat masih kesulitan untuk menyimpan biogas yang sudah dihasilkan. Menurutnya, apabila biogas bisa ditampung secara berkala, maka bisa memenuhi kebutuhan gas bagi masyarakat secara lebih luas.

“Karena sudah jadi pasti produksi dari biogasnya setiap jam, setiap detik pasti akan menghasilkan. Dan ini belum ada penampungannya, dan kita (coba) kembangkan lagi. Dari dinas ESDM kami juga baru menghitung anggaran itu,”imbuh wagub.

Selain menyasar desa, wagub juga ingin wacana yang digulirkan Presiden RI Joko Widodo, itu bisa diaplikasikan di sektor perkotaan. Dia berharap para pengembang perumahan bisa menerapkan pola septic tank komunal. Tujuannya adalah, agar kotoran manusia yang tersentralkan bisa diolah menjadi biogas.

Kedua, kami pemprov Jateng melihat desa ini mampu, saya harap pengembang perumahan ayo kita belajar dari desa Sambak dan lainnya. koma(kotoran manusia)nya bisa dikelola baik, (untuk) menjadi sumber gas untuk kebutuhan masyarakat, bisa di rumah, di Rusuna, Rusunawa,” kata wagub. (rls)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *