Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti mengatakan tujuan dari Malioboro Seribu Kelir adalah untuk menjadi wadah bertemunya pelestari Warisan Budaya Takbenda di Kota Yogyakarta serta bagian dari upaya pelestarian dan pengembangannya.
“Harapannya melalui Malioboro Seribu Kelir ini bisa meningkatkan kecintaan masyarakat pada Warisan Budaya Takbenda yaitu pada seni dan budaya Kota Yogyakarta secara khusus. Selain itu masyarakat juga bisa ikut berperan aktif dalam menggali potensi dan mengenalkan seni budaya di Kota Yogyakarta,” tambahnya.
Selain acara Malioboro Seribu Kelir, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta juga membangkitkan memori kolektif sejarah beserta atmosphere budaya di Kawasan Malioboro dengan serangkaian acara Sekar Rinonce. Acara ini akan dilaksanakan secara rutin setiap Selasa dan Sabtu hingga Desember 2022. Sekar Rinonce akan menjadi ruang yang tepat bagi masyarakat, khususnya pelaku seni budaya di Kota Yogyakarta untuk mengekspresikan karya seninya sehingga mewujudkan Yogyakarta yang lebih berbudaya.
Rumah Seni dan Teater Surya Budaya Kelurahan Suryatmajan menjadi salah satu pengisi acara di Sekar Rinonce di depan Teras Malioboro 2 pada Selasa (04/10). Mereka menampilkan kolaborasi musik kontemporer, calung funk, biola dan seruling dengan mengenakan pakaian gagrak Jogja.
Ketua Rumah Seni dan Teater Surya Budaya Kelurahan Suryatmajan Suparyanto mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk mengisi acara ini. “Tentunya dengan fasilitas yang diberikan Dinas Kebudayaan Kota Yogya akan menjadi wadah kami para penggiat seni terdorong untuk melestarikan kebudayaan dan terus mengekspor kreativitas,” jelasnya.
