Penguatan Wilayah Dukung Target Kota Layak Anak Paripurna

YOGYAKARTA, Cakram.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus berupaya melindungi dan memenuhi hak anak. Setelah berhasil mendapatkan predikat Kota Layak Utama, Pemkot Yogyakarta menargetkan predikat Kota Layak Anak (KLA) Paripurna. Namun hal itu bukan menjadi tujuan utama Pemkot Yogyakarta tetapuli merupakan batu loncatan Kota Yogyakarta untuk menyiapkan anak-anak menjadi generasi penerus yang kompeten.

Demikian yang disampaikan Penjabat Wali Kota Yogyakarta Sumadi pada Forum Grup Discusion (FGD) Grand Design Kota Yogyakarta di Ruang Yudistira Balai Kota Yogyakarta pada Selasa 18 Oktober 2022.

“Kita harus menyiapkan KLA yang terus berkesinambungan dan semua perangkat daerah pun berpartisipasi aktif, terutama di kewilayahan seperti kampung-kampung dan kelurahan. Selain itu juga pentingnya peran orang tua dan adanya fasilitas ruang untuk anak-anak berekspresi menyalurkan bakat mereka sehingga tidak memiliki waktu untuk melakukan kenakalan,” ujar Sumadi, dilansir dari jogjakota.go.id, Kamis 20 Oktober 2022.

Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (BAPPEDA) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono. Menurutnya penyelenggaraan grand design Kota Yogyakarta menuju KLA Paripurna Tahun 2022-2030 guna mengakomodir komitmen pemangku kepentingan dalam menjalankan pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kota Yogyakarta sesuai dengan amanah Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Child).

“Perlindungan dan pemenuhan hak anak dilakukan sesuai dengan konvensi hak anak dan tindakan kolaborasi antara pemerintah antara lembaga legislatif lembaga yudikatif Lembaga Pemasyarakatan anak pada media dapat tinggi dan dunia usaha. Dalam mewujudkan KLA ini relatif meningkat setiap tahun, namun masih ada nilai selisih yang harus kita kejar. Oleh karena itu, Grand Design Kota Yogyakarta memuat gambaran umum kondisi eksisting pelaksanaan dan pencapaian KLA, visi, misi, strategi, peta jalan (road map), dan rencana aksi dengan memasukan lebih detail isu anak dengan tetap berpedoman pada dokumen perencanaan yang sudah ada,” terang Agus.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *