Akibat empat ruang kelas rusak, kata Joko, saat ini kegiatan belajar mengajar memanfaatkan ruangan lain. Ruangan yang dimanfaatkan kegiatan belajar mengajar dipasang sekat, yakni di perpusatakaan, ruangan guru dan ruangan TIK.
“Siswa terpaksa belajar di ruangan yang disekat-sekat. Jadi siswa tidak nyaman karena ruangannya sempit, tidak ideal,” ujarnya.
Joko mengaku mengetahui kondisi sekolah rusak tersebut setelah mendapat laporan dari kepala sekolah yang baru dan masyarakat. Komisi D juga sudah meninjau ke sekolah tersebut.
“Penilik sekolah mestinya juga memperhatikan sarana pembelajaran. Jangan cuma masalah kurikulum saja yang ditinjau dan diperhatikan, kasihan siswa saat mengikuti kegiatan belajar,” tandas politisi PAN itu.
Joko menyebutkan, total ada sekitar 400-an SD di Kabupaten Semarang. Ia meminta masyarakat melaporkan jika mendapati ada sekolah rusak.
