“Kami tidak mungkin keliling memantau kondisi semua sekolah. Jika ada sekolah rusak butuh anggaran perbaikan laporkan secara berjenjang, sehingga ada perbaikan,” katanya.
Kata Joko, kerusakan bangunan sekolah juga terjadi di SDN Terban. Kerusakan parah terjadi pada ruang perpustakaan.
“Rusaknya sangat parah, sehingga tidak bisa digunakan. Buku -buku koleksi di perpustakaan dipindahkan agar tidak rusak,” bebernya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo menyampaikan pemerintah daerah sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan kerusakan di sekolah tersebut. “Untuk perbaikan sekolah tersebut dianggarkan di tahun 2023 mendatang,” katanya. (dhi)
