Berkembangnya usaha kerajinan gamelan usai ikut Lapak Ganjar, juga berdampak pada terbukanya lapangan kerja. Dia mengajak tetangga dan saudara untuk mengerjakan pembuatan gamelan. Total saat ini, ada tujuh orang karyawan.
“Itu sangat membantu saudara, tetangga dan orang-orang terdekat. Total karyawan saat ini baru tujuh orang,” jelasnya.
Widodo Laras Gamelan memproduksi alat kesenian Jawa dari bahan besi pencu Kuningan, kuningan, dan perunggu. Bahan dasarnya timah dan tembaga. Dia menyebutnya’gasa’. Yaitu tiga sedasa. Maksudnya, dari 10 kilo tembaga, dan 3 kilo timah dicampur jadi satu, menjadi instrumen, dan menjadi alat musik yang sempurna luar biasa serta memiliki suara yang nyaring.
Usahanya kerap menggarap pesanan gamelan Jawa. Tapi tidak menutup kemungkinan juga bisa menggarap gamelan Bali, gamelan degung Jawa Barat, juga gamelan daerah pedalaman. Pria yang dulunya menjadi karyawan pembuat kerajinan gamelan 22 tahun ini, siap memberikan garansi fisik gamelan, juga garansi di nada, laras, dan titi laras. Dia juga memberi garansi kalau terjadi kerusakan gamelan yaitu menggantinya.
“Perbedaannya dengan perajin gamelan lain, sebenarnya semua perajin itu sama. Tapi servisnya, itu kita mau datang ke lokasi ketika servis, ketika garansi itu saya mau datang tepat waktu sesuai yang ditentukan,” imbuh dia.
Dengan demikian, menurut dia, program Lapak Ganjar sangat membantu sekali dan membuat usaha berkembang luar biasa karena pasar semakin meluas, dan semakin melebar. “Sangat membantu sekali untuk penjualan, untuk usaha. Khususnya di bidang kesenian gamelan,” pungkasnya. (rls)
