Mitigasi Bencana, 15 Ribu Bibit Pohon Bambu Ditanam di Lereng Menoreh Magelang

Soim, pegiat lingkungan Menoreh menjelaskan, pihaknya dengan tangan terbuka menerima kegiatan konservasi tanah dengan menanam pohon bambu yang diiniasi oleh PPATK, FKDKP dan KeHATI. Apalagi, mereka akan melakukan pendampingan di desa ini selama lima tahun. Diharapkan, dengan jangka waktu lima tahun ini, maka pohon bambu yang ditanam sudah tumbuh dan bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan perekonomian masyarakat setempat, selain untuk menjaga lingkungan.

Seperti diketahui, kemiringan desa Ngargoretno di kawasan bukit Menoreh  menyebabkan daerah ini rawan longsor dan kekeringan. Desa yang dihuni 1.500 KK dan 3.500 jiwa ini lebih rentan mengalami kekeringan di musim kemarau dan rawan tertimpa bencana longsor di musim penghujan berkepanjangan.

Dipilihnya bambu untuk ditanam, karena secara ekologis bambu dapat meningkatkan penutupan vegetasi dengan cepat pada lahan-lahan terbuka di sekitar daerah aliran sungai.

Penanaman pohon bambu juga banyak keunggulan, diantaranya mengurangi erosi, mencegah longsor dan mempertahankan serta meningkatkan debit air dari sumber-sumber air di hulu dan sekitar sungai dapat mengurangi risiko bencana. (Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *