“Di wilayah itu konstruksi bangunan sekarang mesti betul-betul tahan bencana, maka kalau dari dinas PUPR yang ngurusi perumahan, kita mengharapkan edukasi,” ucap Ganjar.
Ketua PP Kagama itu juga berharap dari organisasi dan pengusaha di sektor konstruksi seperti REI juga turut mengedukasi.
“Kayak kontraktor, penyedia jasa atau REI yang punya ilmu untuk membangun rumah itu, tolong sekarang mulai memasukkan ilmunya tentang bagaimana membuat bangunan yang tahan bencana,” katanya.
Teknologi yang diterapkan di Jepang, kata Ganjar, juga bisa diterapkan. Sehingga bangunan-bangunan di wilayah rawan bisa lebih tahan bencana.
“Dalam hal yang sudah jadi, itu teknologi yang di Jepang semua disuntik dengan peralatan sehingga mereka konstruksinya jauh lebih kuat. Ini penting untuk disampaikan ke warga yang ada di sana,” ujarnya.
