“Seperti di Kabupaten Brebes inovasinya bagus. Pemkab mengajak perusahaan melalui CSR untuk berkolaborasi dengan APBD. Asuransi mengcover Rp 15 ribu dan APBD Rp20 ribu kemudian diberikan kepada masyarakat,” katanya.
Wagub menambahkan, capaian kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di beberapa daerah di Jateng yang telah mencapai lebih dari 90 persen, seperti Kota Surakarta, Magelang, dan Semarang, tidak hanya karena meningkatnya kesadaran masyarakat untuk bergotong-royong membantu sesama, melainkan juga karena pelayanan yang semakin membaik dan tidak membeda-bedakan antara pasien umum dengan pasien BPJS Kesehatan.
“Inovasi-inovasi juga perlu, seperi pendaftaran secara online, dokter keluarga, puskesmas maupun klinik pratama dikoneksikan, sehingga mengurus rujukan tidak perlu datang fisik tetapi bisa secara online. Sehingga kecepatan pelayanan kesehatan meningkat,” pintanya.
Dalam kesempatan itu, wagub berdialog dengan sejumlah warga pemegang JKN KIS dari beberapa daerah. Salah satunya, Andik (31) warga Mijen Kota Semarang, yang sedang menjalani pengobatan di RSUP Kariadi Semarang. Pemuda yang mengalami gagal ginjal tersebut, merasa bersyukur dapat menjalani serangkaian pengobatan medis secara gratis di rumah sakit.
Direktur Utama BPJS Ali Ghufron Mukti mengatakan, penghargaan UHC diharapkan dapat menjadi motivasi agar pemerintah daerah terus mewujudkan komitmennya sebagai penggerak dalam peningkatan dan pendukung keberhasilan dalam program JKN-KIS sebagai program nasional. Sehingga kualitas kesehatan dan produktivitas masyarakat semakin meningkat.
