Hal yang sama diutarakan pedagang sembako lain, Siti Nurhayati. Dia mengaku, kenaikan harga sembako tersebut akan terjadi hingga perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Biasanya kenaikan harga itu hingga hari H perayaan Natal dan Tahun Baru. Kalau stok barang seperti telur, minyak cukup, tinggal kita pesan saja,” ujar dia.
Atas kenaikan sebagian harga kebutuhan pokok tersebut, para pedagang sembako di pasar tradisional Boyolali Kota mengalami penurunan omzet atau pendapatan per hari.
“Ya, dampak dari kenaikan harga itu jelas berpengaruh dengan pendapatan perharinya. Yang biasanya dapat sekian ratus, naik harga jadi segini. Turun pendapatan pokoknya,” kata Siti.
Ia berharap, kenaikan harga sembako tersebut tidak merambat terhadap harga sembako yang lainya, sehingga aktivitas jual beli di pasar tradisional Boyolali tetap berjalan dengan baik.
