Sumadi menegakan sektor-sektor pendukung pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta juga menjadi prioritas pada tahun 2023. Misalnya sektor pariwisata Meski demikian penanganan Covid-19 juga tetap menjadi perhatian. Pihaknya juga meminta penggunaan dana transfer daerah mengikuti ketentuan alokasi.
“Sektor-sektor lain tetap menjadi perhatian seperti pariwisata, pendidikan dan kesehatan. Covid-19 masih tetap jalan karena untuk perlindungan,” imbuhnya.
Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya menyampaikan APBN 2023 didesain bersifat optimis dan tetap waspada. Belanja, pendapatan serta pembiayaan harus fleksibel dan menyediakan ruang fiskal sebagai daya redam untuk mengantisipasi ketidakpastian.
“APBN 2023 masih akan terus mendorong kelanjutan pemulihan ekonomi nasional dan reformasi struktural. Saya mengajak seluruh jajaran dan sumber daya yang kita miliki, untuk konsisten mengawal pemulihan ekonomi, tanggap terhadap risiko ketidakpastian, dengan mengedepankan optimalisasi pelaksanaan anggaran,serta tetap mematuhi setiap ketentuan” terang Sultan.
Pihaknya menegaskan arahan presiden agar seluruh jajaran kementerian lembaga dan daerah untuk mengendalikan dan mengikuti secara detail belanja-belanja yang telah dialokasikan. Selain itu memperbesar pembelian produk-produk dalam negeri terutama produk UMKM. Sedangkan kepada kepada pemerintah daerah diminta agar memperhatikan dan mengendalikan angka inflasi daerah masing-masing. (Cakram)
