Peserta dari Luar Semarang Ikuti Bursa Kerja Disabilitas Jateng

“Di dekat rumah kan banyak perusahaan garmen, nah saya mau masuk ke situ. Ini baru lihat-lihat. Harapannya ya dapat ditampung bekerja,” ungkapnya.

Selain Bayu dan Azis beberapa pelamar nampak memadati stan perusahaan. Beberapa disabilitas tuna wicara juga nampak berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat dengan staf perekrutan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng Sakina Rosellasari mengatakan, Job Fair terlaksana atas kerja sama dengan organisasi buruh internasional (ILO). Ia menyebut, upaya ini dimaksudkan untuk menggenjot penyerapan tenaga kerja disabilitas di Jateng.

“Saat ini sudah ada 216 perusahaan dengan penyerapan 2.057 penyandang disabilitas. Nah ini merupakan goodwill dari perusahaan untuk mematuhi regulasi UU 8 tahun 2016 tentang disabilitas. Dan juga, saat ini ada sekitar 97 perusahaan padat karya yang relokasi ke Jateng. Ini merupakan kesempatan di sektor formal,” urainya.

Program Officer ILO Tendy Gunawan mengatakan, dalam job fair tersebut pihaknya juga sudah meyediakan tenaga interpreter atau penerjemah. Selain itu, bagi pekerja yang masih ragu dipersilakan untuk berkonsultasi dengan pakar, guna menentukan jenis pekerjaan yang cocok.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *