Sekretaris DLH Kota Yogyakarta Zenni mengatakan, terdapat 90 Faskel dan 14 Koordinator Kemantren Pengelolaan Sampah Mandiri di Kota Jogja, yang akan ikut berperan dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dari rumah, dengan pendampingan, pendataan, pantauan, dan evaluasi.
“Tugas Faskel juga meliputi membentuk Bank Sampah di RW yang belum memiliki, di Kota Jogja terdapat 616 RW, saat ini ada 575 unit Bank Sampah dengan jumlah rata-rata nasabah 26. Jadi minimal targetnya ada 41 unit yang terbentuk di tahun 2023,” ujarnya.
Zenni juga mengapresiasi peran dan partisipasi Faskel dalam melakukan pembinaan serta pendampingan kepada Bank Sampah. Terutama dalam mengangkat dan menghidupkan kembali Bank Sampah yang kurang aktif.
“Dengan peran aktif masyarakat bersama pemerintah, harapannya Kota Jogja berhasil mencapai target pengelolaan sampah di tahun 2025, yaitu pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah 70 persen,” tutupnya. (Cakram)
