Saichudin juga memaparkan, Angka Kematian Ibu (AKI) di Jateng berada di bawah AKI Nasional. Jateng mencatatkan 183 yang selaras dengan penurunan yang ditargetkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yakni 183/100 ribu Kelahiran Hidup.
“Yang menggembirakan adalah angka kematian ibu. Di mana AKI tahun 2020 sudah mencapai 183 (per 100 ribu kelahiran hidup), sedangkan level nasional mencapai 189 (per 100 ribu kelahiran hidup). ini menurun jauh, hampir 45 persen,” paparnya.
Saichudin menjelaskan, penurunan itu jika dibandingkan dengan Sensus Penduduk 2010 dan Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2015, AKI di Jateng menunjukan tren penurunan.
Data menunjukkan AKI di Pulau Jawa, Jateng sedikit lebih baik dari pada Jabar yang mencapai 187/100 ribu kelahiran hidup dan Jatim yang 184/100 ribu kelahiran hidup.
“Peningkatan pelayanan kesehatan yang ditunjukkan oeh peningkatan persalinan ditolong tenaga kesehatan terlatih, dan persalinan di faskes selama 20155-2022, serta peningkatan rata-rata umur perkawinan pertama dan umur kehamilan pertama, mendorong penurunan AKI yang cukup tajam,” imbuh Saichudin.
