Angka Kematian Bayi dan Ibu di Jateng Turun Tajam

SEMARANG, Cakram.net – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat Angka Kematian Bayi (AKB) di provinsi ini mengalami penurunan tajam hingga 91,13 persen dalam lima dekade terakhir. Selain itu, Angka Kematian Ibu (AKI) Jateng juga berada di bawah angka nasional.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jateng Muh Saichudin menyampaikan, dari Hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 mencatat terjadi penurunan angka kematian bayi atau Infant Mortality Rate (IMR). Data menunjukkan, dalam rentang 50 tahun sejak 1971-2022, penurunan AKB di Jawa Tengah mencapai 91,13 persen. Jika dibandingkan tahun 2010, AKB jauh menurun dari 21 per 1.000 kelahiran hidup, menjadi 12,77 per 1.000 kelahiran hidup.

“Angka kematian bayi di Jawa Tengah sudah jauh menurun. Hal ini karena program imunisasi yang dilakukan oleh pemerintah, imunisasinya lengkap serta peningkatan rata-rata lama pemberian ASI, utamanya ASI eksklusif, membuat bayi yang dilahirkan semakin mampu bertahan hidup lebih lama dibandingkan jika tidak mengonsumsi ASI eksklusif,” kata Saichudin, dilansir dari jatengprov.go.id, Selasa 31 Januari 2023.

Masih berdasarkan data Long Form SP 2020, AKB tertinggi di Jateng sebesar 16,57 per 1.000 kelahiran hidup berada di Kabupaten Brebes. Sementara, Kabupaten Sukoharjo menjadi wilayah AKB paling rendah dengan 10,42 per 1.000 kelahiran hidup.

Sementara itu, Angka Kematian Anak (AKA) sebesar 2,04. Ini artinya, di antara 1.000 anak (usia 1-4 tahun) terdapat dua kematian anak. Adapun, angka kematian balita (di bawah lima tahun) adalah 14,81. Ini berarti dari setiap 1.000 balita, 14-15 di antaranya gagal mencapai umur 5 tahun tepat.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *