Kata Prapto, penanganan longsor di Dusun Kaligawe dilakukan dengan hati- hati, mengingat kondisi tanah dan tebing yang longsor masih cukup rentan. Dalam melakukan pembersihan material longsor harus ada pengawas keselamatan di bagian atas tebing, terlebih cuaca masih tidak menentu dan potensi hujan di lokasi masih tinggi.
“Ini untuk memastikan potensi longsor tidak membahayakan relawan yang membersihkan material longsor di bawah (lokasi jalan yang tertutup material longsor),” ungkap Tokrik, sapaan akrab Prapto Nugroho.
Tokrik menyampaikan, pembersihan material longsor tidak dilakukan pada Senin sore. Karena cuaca hujan dan berpotensi terjadi longsor susulan. “Sehingga penanganan longsor baru dilakukan mulai hari ini,” ujarnya.
Seperti diketahui, tebing hutan Penggaron di Dusun Kaligawe, Kelurahan Susukan, Kabupaten Semarang, mengalami lonsor pada Senin 6 Februari 2023 sore. Material longsor menimbun jalan penghubung antara Desa Mluweh dengan Kelurahan Susukan, sehingga mengganggu akses transportasi warga. Jalan yang tertimbun longsor itu juga merupakan jalur alternatif pengubung antara wilayah Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang dengan Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. (dhi)
