Dispeterikan Kabupaten Magelang Berhasil Budi Daya Ikan Beong

Joni mengatakan, mengingat ikan beong sudah langka dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi maka pihaknya akan terus melakukan peningkatan budi daya. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika sudah ditemukan formula yang tepat untuk pembenihan ikan beong, masyarakat akan diberi pengetahuan terkait hal tersebut.

Sulistyaningrum, Kepala UPTD Perbenihan Ikan Air Tawar menjelaskan pada 2022 berhasil memanen ikan beong sebanyak 3.000 hingga 3.500 ekor karena tingkat kesulitan pembudidayaan masih tinggi.

“Untuk proses sampai ukuran remaja, satu kilo (gram) isi empat itu saja membutuhkan waktu sekitar enam bulan lebih. Jadi memang cukup lama. Dan untuk makanan beong ini memang dia lebih agresif diberikan makan ikan hidup, seperti melem. Namun saat ini sudah dapat kami siasati menggunakan pelet,” jelasnya.

Sampai dengan saat ini, beberapa pedagang, sudah bekerja sama dengan Dispeterikan dalam hal ketersediaan ikan beong walaupun masih dalam kondisi terbatas.

“Selain beong juga kita budi dayakan ikan wader, tawes bahkan lele lokal juga akan kita coba budi dayakan juga,” jelasnya. (Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *