“Sehat, Alhamdulillah, poso ki marai sehat (puasa itu membuat sehat). Mosok Gubernure awake cilik, aku ora iso (masak gubernur badanya kecil, saya tidak bisa),” kata Gus Muwafiq sambil tertawa.
Cukup lama Ganjar dan Gus Muwafiq yang didampingi istri berbincang-bincang. Dalam obrolan tersebut, ada banyak hal yang mereka bahas. Suasana semakin gayeng saat istri Gus Muwafiq menghidangkan kuliner khas yang disiapkan setiap kali Ganjar datang. Menu khas yang unik itu bernama bebek klathak.
“Lha ini, ini menu spesial kalau saya sowan ke sini. Namanya bebek klathak. Kata Bu Nyai, bumbunya garam dan bawang putih. Ini satu bebek, satu kilogram bawang putih. Jadi silahkan para chef, dihitung rasionya. Ketoke kakehan (kayaknya kebanyakan). Tapi rasanya lezat luar biasa dan dipastikan nggak ada di tempat lain,” kata Ganjar.
“Nggak bakal ada, adanya cuma di sini,” timpal Gus Muwafiq.
Menu bebek klathak itu menjadi saksi keakraban Ganjar dan Gus Muwafiq. Sambil menyantap gurihnya bebek klathak, mereka membicarakan soal sosial kemasyarakatan dan juga politik.
