Selain peresmian gedung, bupati juga meresmikan logo baru RSUD dr Loekmono Hadi. Logo baru yang menggambarkan Menara Kudus, diharapkan menjadi cerminan pribadi sesuai yang diajarkan Sunan Kudus. Karenanya, tenaga kesehatan diminta selalu ramah, sabar, dan tulus kepada pasien dan pengunjung rumah sakit.
“Penampilan baru logo RSUD harus mencerminkan kepribadian seluruh tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat,” imbuhnya.
Ke depan, lanjut bupati, pihaknya menanti pembangunan seperti perluasan ruangan maupun peningkatan alat kesehatan.
“Tetap kami minta ketua dewan pengawas terus mengevaluasi apa yang sekiranya perlu ditingkatkan. Biar RSUD dr. Loekmono Hadi makin baik,” ucapnya.
Plt (Pelaksana Tugas) Direktur RSUD dr Loekmono Hadi dr Mustiko Wibowo menyampaikan, gedung IBS yang diresmikan memiliki enam kamar operasi. Terdiri dari lima kamar operasi mayor, dan satu kamar operasi minor. Selain itu, IBS juga dilengkapi depo farmasi dan lain-lain, untuk menunjang pelayanan.
“Terima kasih atas seluruh dukungan yang diberikan, gedung IBS hari ini telah diresmikan,” paparnya.
Mustiko menambahkan, nantinya pihaknya akan menambah dua kamar operasi dan ICU, dengan kapasitas 24 tempat tidur. Apabila terealisasi, ICU RSUD dr Loekmono Hadi menjadi yang ICU terbesar se-Kabupaten Kudus.
“Kami tahun ini akan menambah dua ruang operasi dan ICU di lantai III,” ungkapnya. (Cakram)
