Pihaknya berharap, kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas memasarkan, tapi juga meningkatkan kelas produk UMKM. Dia menyatakan kemantren dapat melakukan kurasi dahulu produk yang dapat mengikuti pasar UMKM, sehingga produknya berkelas, berkualitas dan mempunyai daya saing.
“Ini sebagai tahap awal. Ke depan tidak boleh biasa-biasa, yang ikut produknya harus terkurasi. Misalnya dari sisi legalitas dan sertifikasi sehingga otomatis UMKM akan segera melengkapi syarat itu. Selanjutnya dinas akan melakukan kurasi apakah layak dipasarkan misalnya di mal,” tambah Tri Karyadi.
Sementara itu Mantri Pamong Praja Kemantren Danurejan Bambang Endro Wibowo menyampaikan rencananya Pasar UMKM Danurejo diadakan setidaknya tiga bulan sekali. Total ada sekitar 21 UMKM yang mengikuti Pasar UMKM Danurejo. Produk yang ditampilkan sebagian besar adalah kuliner seperti olahan ikan lele, olahan jambu, keripik dan lainnya. Kegiatan itu juga diadakan bersamaan dengan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Kemantren Danurejan.
“Harapannya ini memberikan wadah kepada UMKM untuk bisa promosi dan menjajakan dagangannya di lingkungan kemantren. Harapannya ke depan bisa berlanjut,” ujar Bambang.
Salah satu peserta Pasar UMKM Danurejo berasal dari Kelompok Tani Kampung Gemblakan Atas Kelurahan Suryatmajan dengan produknya aneka olahan dari jambu antara lain dodol jambu dan sambal jambu. Perwakilan Kelompok Tani Kampung Gemblakan Atas, Sumaryadi menyambut baik Pasar UMKM Danurejo itu karena membantu menumbuhkan ekonomi masyarakat.
