“Belum pernah ada daerah yang mempunyai pemberian apresiasi penghargaan, kepada komponen yang ada di dalam pemerintah maupun nonpemerintah terintergrated dalam Sragen Award. Saya akan beritakan ini kepada semuanya, kepada daerah lain, untuk melkukan hal yang sama,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sragen telah mengikuti Inovative Gomernment Award (IGA) sejak tahun 2018. Saat itu Kabupaten Sragen sudah di peringkat 12, pada 2019 turun di peringkat 45. Pada 2020 di peringkat 123, kemudian 2021 peringkat 33, dan 2022 peringkat 5.
“Dari 540 inovasi yang sudah terinput di Si Risma per 5 Juni 2023. Ini sangat luar biasa dibandingkan tahun lalu, yaitu 270 inovasi. 540 inovasi yang masuk itu, 329 inovasi memiliki nilai kematangan maksimal. Paling tidak semua telah melaksanakan instruksi. Semua sudah terpacu untuk membuat inovasi. Dan masih ada 144 inovasi yang masih sangat rendah nilai kematangannya. Jadi kita harus push,” imbuhnya.
Untuk itu, bupati meminta agar seluruh OPD/Institusi dan Lembaga harus melengkapi semua dokumen administratif, data dukung, dan bukti-bukti inovasi yang disyaratkan, untuk meningkatkan kematangan inovasi.
Ia menargetkan, tahun depan tidak hanya mempertahankan di lima besar, namun tiga besar IGA 2023. Untuk itu ia berharap seluruh pihak untuk terus meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.
