Kapolda berharap optimalisasi hutan alam sekunder dapat dilakukan di seluruh polres yang wilayahnya memiliki hutan. Ia juga meminta masyarakat dilibatkan dalam kegiatan penanaman pohon, agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri dapat terus terbangun.
Menurut Kapolda, penanaman pohon tidak hanya bermanfaat bagi kelestarian lingkungan. Namun juga bisa bermanfaat bagi masyarakat di sekitar hutan.
“Kegiatan ini sekaligus merupakan kegiatan cooling system (merawat kondusifitas wilayah) dalam rangka menghadapi Pemilu 2024 dan sebagainya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Perum Perhutani Divre Jawa Tengah, R Ratmanto Trimahono menyampaikan luas hutan yang dikelola oleh Perum Perhutani Jawa Tengah berkisar 634.000 hektare, terdiri hutan lindung dan hutan produksi. Namun ada kebijakan dari pemerintah sehingga luasannya akan berkurang menjadi 450.000 an hektar. Karena ada hutan yang akan dimanfaatkan untuk perhutanan sosial yang dikelola oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH).
“Bukan alih fungsi hutan. Pengurangan pengelolaan hutan tersebut salah satunya untuk perhutanan sosial,” terangnya.
