Ia mengungkapkan, bahan pembuat pakan fermentasi berupa rumput gajahan, dan dapat pula ditambahkan atau dicampur daun kacang kering, dan kulit kacang yang sudah digiling.
“Mulanya, rumpuh gajahan diperhalus atau digiling berukuran sekitar 2 cm, kemudian dicampur dengan bekatul atau polar. Sementara bahan yang lain diaduk dalam wadah, kemudian disiramkan secara merata,” katanya.
Kemudian, lanjut Andung, setelah semua bahan tercampur dengan baik, lalu dimasukkan ke dalam wadah atau drum. Lantas tutup rapat dengan sempurna. Setelah kurun waktu kurang lebih 3 x 24 jam, pakan fermentasi sudah dapat diberikan kepada hewan ternak.
Disebutkan, pakan fermentasi mengandung protein tinggi, tergolong pakan sehat, karena semuanya serba herbal atau alami, serta tidak mengandung bahan kimia.
“Apalagi Idul Adha kemarin, penggemukan dengan pakan fermentasi lebih menguntungkan. Sebab, pakan fermentasi mampu mempercepat proses penggemukan. Sapi siap jual membutuhkan waktu relatif lebih singkat,” tegasnya.
