“Terakhir kemarin, ada siswa yang mengaku dipungut iuran oleh sekolah. Padahal SMA, SMK dan SLB Negeri di Jateng itu saya tegaskan gratis. Ternyata masih ada pungutan berkedok infak. Maka kepala sekolahnya sekarang saya copot,” ujarnya disambut tepuk tangan riuh dari para wali kota se-Indonesia yang hadir dalam acara itu.
Saat Indonesia sedang mempersiapkan SDM guna menyongsong bonus demografi, praktik culas masih saja terjadi di dunia pendidikan. Tak hanya itu, hampir di semua sektor, korupsi masih terjadi.
“Saya kira hampir semua daerah sama terkait persoalan korupsi. Biasanya, korupsi itu muncul dari kita sendiri, kita bangun sendiri dan dibuat sendiri. Jadi itu harus kita bereskan,” tegasnya.
Persoalan korupsi menjadi problem semua daerah di Indonesia. Sehingga, saat ditanya apakah Ganjar akan menjadikan program pemberantasan korupsi sebagai visinya ketika maju sebagai capres 2024, Ganjar mengiyakan
“Ada karakteristik yang sama yang dikeluhkan oleh masyarakat di semua daerah, yakni pemberantasan korupsi. Semua pasti setuju. Kita mesti serius pada soal itu,” tegasnya.
