Selain itu, lanjutnya, para guru penggerak juga harus mau dan mampu membuka ruang diskusi untuk membicarakan praktik pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid.
Dian menjelaskan, para CPG itu telah melalui seleksi ketat untuk mengikuti pendidikan guru penggerak. Pada tahap awal mereka harus membuat esai atau karangan prosa tentang pembelajaran, kemudian membuat simulasi cara mengajar yang tepat dan efektif dalam waktu sepuluh menit. Mereka juga harus melalui tahapan wawancara kompetensi dari penguji agar dapat lolos seleksi mengikuti pendidikan guru penggerak.
Setelah itu, CPG harus menjalani pendidikan selama satu semester secara daring. Selama itu mereka tetap menjalankan tugas pokok mengajar di sekolah masing-masing. Setelah melalui titik kulminasi berupa lokakarya, kinerja para CPG akan diverifikasi oleh petugas BBGP untuk menyandang predikat guru penggerak. (dhi)
