Pemkot Yogyakarta Buka Kembali Sebagian Depo Sampah

Hal senada disampaikan Suminah warga Tompeyan yang membawa sampah ke Depo Utoroloyo. Dia menuturkan selama TPA Piyungan dan depo sampah tutup, ia terpaksa membakar sebagian sampah di rumah. “Sangat bersyukur. Karena kalau ndak (buka), susah buang sampahnya,” ujar Suminah.

Begitu pula dengan depo sampah di Pengok Gondokusuman. Meskipun dari luar depo masih ditutup terpal, tapi depo itu sudah melayani warga yang membawa sampah. Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang berjaga di Depo Pengok menanyakan kepada warga yang membawa sampah ke depo, apakah sudah dipilah atau belum. Kemudian mengarahkan pembuangan di depo yang peletakannya dipisahkan antara sampah basah dan sampah plastik.

Penjaga Depo Sampah Pengok dari DLH Kota Yogyakarta, Bejo mengatakan depo sampah Pengok buka dari pagi sampai pukul 12.00 WIB. Dia menjelaskan depo hanya melayani pembuangan sampah mandiri dari warga Kota Yogyakarta. Sampah yang dibuang harus dipilah untuk memudahkan pemilihan lanjut.

“Sampah yang residu bisa, organik bisa, plastik tapi dipilah karena di dalam (depo) disendirikan biar memilahnya mudah. Sebelah kiri untuk plastik, sebelah kanan sampah basah biar mudah memilahnya,” terang Bejo.

Sebelumnya Penjabat Walikota Yogyakarta, Singgih Raharjo menyatakan per Selasa (25/7/2023), beberapa depo mulai dibuka untuk masyarakat membuat mandiri yakni Depo Utoroloyo, Dukuh/Sariloyo, Ngasem, Pengok dan TPS Tamansari. Depo, sementara hanya melayani pembuangan sampah mandiri dari warga Kota Yogyakarta bukan penggerobak dan sampah harus sudah dipilah.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *