Ia mengatakan, MTCC tidak bermaksud menghilangkan tembakau. Budi daya tanaman lain sebagai pilihan, sebab hasil komoditas tembakau dalam beberapa tahun terakhir dinilai petani sendiri tidak menguntungkan.
“Seperti kualitas dan kuantitas budidaya tembakau tidak baik dan penjualan tidak sesuai harapan. Petani lantas menanam hortikultura,” jelasnya.
Dikatakan, beberapa kelompok tani di daerah tersebut juga tertarik dengan keberadaan embung mini yang dibuat, juga di sejumlah kabupaten lain, bahkan dari Lombok. Untuk itu, pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak untuk bisa membantu, yang diantaranya FAO perwakilan Indonesia.
“Embung ini sebagai salah satu inisiasi langkah Muhammadiyah dalam mengantisipasi krisis pangan, khususnya implementasi dakwah atau jihad kedaulatan pangan,” katanya.
Pembangunan embung ini, sekaligus sebagai gerakan tajdid pada bidang pertanian. Spirit tajdid yang dimiliki Muhammadiyah diharapkan akan mampu mengembangkan subyek kekuatan umat dan bangsa ini, yakni petani.
