“Begitu mereka bisa menjadi contoh tentu ada inovasi yang diberikan, ya perbaikan sistem. Perbaikan sistem itu layanan publik kok, mudah-murah-cepat, tuntaskan tugas itu,” tegas Ganjar.
Oleh karena itu di dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jateng dua periode itu juga mendorong ada diskusi-diskusi dan cerita pengalaman buruk di pemerintahannya.
“Sehingga menjadi seorang pemimpin kelak, kemudian mereka memimpin dinas masing-masing atau di kementerian masing-masing, mereka akan paham apa yang mesti dikoreksi, apa yang mesti kita perbaiki dan itu dimulai dari integritas pimpinan,” katanya.
Ganjar juga mengingatkan pentingnya transparansi administrasi apabila nilai-nilai tersebut sudah diwujudkan. Dengan begitu, pemimpin bisa memberikan pertanggungjawaban secara tepat dan menyeluruh.
“Administrasinya tinggal dua saja, transparan dan akuntabel. Nilai-nilai itu sederhana kalau itu dilakukan sudah dia akan menjadi strong leader, dia punya sikap yang kuat, dan tidak pernah takut,” kata Ganjar.
