Pemkot Yogyakarta Bangun Tiga Ruang Terbuka Hijau Publik Baru

Dia menyatakan pembangunan RTH publik mengedepankan fungsi ekologisnya sehingga area vegetasi hijau lebih banyak. Namun juga tetap menyediakan fasilitas sosial masyarakat seperti pendopo, toilet dan ruang bermain anak.

“Kita mengutamakan fungsi ekologisnya, sehingga banyak vegetasi terutama pohon-pohon. Memang ada fasilitas sosial seperti ada pendopo dan toilet untuk berkegiatan yang skalanya nggak terlalu gede,” tutur Rina.

Dia menyebut sampai Mei 2023 total ada 53 RTH publik berbasis kampung di wilayah Kota Yogyakarta. Jumlah itu akan bertambah 2  karena RTH publik baru sedang dibangun di Purbayan dan Klitren. Untuk rencana pembangunan RTH publik di bekas makam Jopraban Wirobrajan akan menggunakan APBD Perubahan 2023 tapi baru tahap satu.

“Memang peminatnya banyak untuk RTH publik ini karena dengan lingkungan kanan kiri yang padat penduduk masyarakat memerlukan lokasi untuk untuk beraktivitas sehingga RTH publik ada fungsi sosialnya,” terangnya.

DLH Kota Yogyakarta mencatat per Agustus 2023, total luas RTH publik sekitar 2,6 hektare dan RTH privat sekitar 5 hektare. Jumlah keseluruhan luas RTH publik dan privat itu setidaknya sekitar 23 persen dari luas wilayah Kota Yogyakarta.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *