PURWOREJO, Cakram.net – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengusulkan insentif kepada pengajar keagamaan dapat diterapkan di nasional. Hal itu disampaikan wagub saat menghadiri Bahtsul Masa’il ke-39 Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) di Ponpes Al Iman Bulus, Kabupaten Purworejo, Rabu 9 Agustus 2023. Menurutnya, apabila menjadi program nasional, tentunya cakupan guru agama bisa lebih luas lagi.
Di Jawa Tengah, papar wagub, pada Tahun 2023, pemerintah sudah menggelontorkan dana mencapai Rp. 277 miliar untuk sebanyak 230.830 guru agama. Insentif diberikan untuk guru keagamaan dari 5 agama yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Rinciannya, guru agama Islam sebanyak 223.373 orang, guru agama Kristen sebanyak 5.651 orang, guru agama Katolik sebanyak 1.089 orang, guru agama Hindu sebanyak 548 orang, dan guru agama Buddha sebanyak 169 orang.
“Kami berharap ini program bisa dibawa ke nasional. Kemarin kami sampaikan, kalau bisa program dari Jateng (insentif) untuk guru madin, ponpes dan TPQ ini bisa dibawa ke nasional,” kata Taj Yasin.
Taj Yasin menambahkan, pemerintah senantiasa berupaya memperhatikan guru-guru agama. Ia menilai, pemberian insentif sebesar Rp 1,2 juta per orang kepada mereka merupakan bentuk penghargaan. Ia berharap semakin banyak kabupaten/kota yang mengikuti program tersebut.
“Walaupun nominalnya tidak besar. Tapi bukan dari nominalnya, akan tetapi kita perhatian dan apresiasi kita terhadap pondok pesantren yang (turut) mencerdaskan bangsa,” imbuhnya.
