YOGYAKARTA, Cakram.net – Kota Yogyakarta memiliki potensi bencana dengan tingkat risiko bencana bervariasi, seperti cuaca ekstrim, banjir, gempa bumi, letusan gunung api, wabah penyakit, kekeringan dan kegagalan teknologi. Untuk menyikapi potensi kejadian bencana harus ada upaya perencanaan penanggulangan dari pra-bencana pada pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.
Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo pada acara Forum Group Discussion (FGD) Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Tahun 2023-2027 di Gedung Pusat Desain Industri Nasional, Kamis 21 September 2023.
“Bencana datang tiba-tiba tanpa pemberitahuan, seperti gempa 2006 banyak yang tidak siap semua kocar-kacir. Saya kira edukasi sangat penting dan saya berpesan juga mempersiapkan di bidang usaha juga diberikan edukasi mitigasi bencana,” ujarnya, dilansir dari warta.jogjakota.go.id, Jumat 22 September 2023.
Perlu adanya mitigasi bencana di Kota Yogyakarta, lanjut Singgih. Melalui FGD ini dapat membuat perencanaan yang komprehensif sehingga menekan dan mengurangi dampak bencana di waktu mendatang serta penanggulangan bencana dapat terkoordinasi, terpadu, terarah dan menyeluruh dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.
“Bagaimana kita menyiapkan langkah-langkah yang diambil apabila terjadi bencana, siapa yang harus menjadi komando, siapa yang bergerak di bidang kesehatan dan keselamatan, bagaimana dengan dapur umumnya. Yang kita lakukan saat ini adalah Pra-Bencana,” tambahnya.
