Percepatan Penurunan Stunting, Pemprov Jateng Perkuat Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan, Koren II Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana, serta Percepatan Penurunan Stunting dilaksanakan di Kota Semarang, karena Kota Semarang bisa menjadi rujukan untuk penanganan stunting. Selain mampu menurunkan stunting dari 20 menjadi 10 persen, banyak praktik yang bisa dipelajari dari Kota Semarang.

“Karenanya kami mengumpulkan semua, dari Aceh sampai Papua datang semua di sini dalam rangka bersama-sama menyusun anggaran dan program, sekaligus belajar dengan Jawa Tengah,” katanya.

Dijelaskan, anggaran penanganan stunting sudah direncanakan untuk Januari hingga Desember 2024, terutama anggaran dari pusat dalam hal ini BKKN, untuk kepentingan provinsi maupun kabupaten/ kota. Khusus dari pusat, BKKBN mendorong daerah melalui informasi yang transparan dan jelas.

“Kita tahu tidak semua daerah mendapat alokasi angaaran DAK (dana alokasi khusus). Sehingga kita presentasi di daerah-daerah, menyampaikan kepada daerah untuk memberikan suplemen atau komplemen dalam penganggaran di daerah untuk percepatan penurunan stunting,” terangnya. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *