Entaskan Kemiskinan Ekstrem, Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan Sektor Swasta dan Filantropi

Menurut Endi, komunikasi merupakan bagian krusial dalam penyelesaian masalah kemiskinan ekstrem. Hal tersebut agar pemerintah bisa memberikan kesamaan arah  kepada filantropi dan pihak swasta, sehingga pengentasan warga dari jurang kemiskinan lebih fokus dan tepat sasaran.

Di Jateng, Pemprov Jateng fokus mengentaskan kemiskinan ekstrem di 17 kabupaten. Di antaranya Banjarnegara, Banyumas, Blora, Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Kebumen, Klaten, Magelang, Pemalang, Purbalingga, Purworejo,  Rembang, Sragen, Wonogiri, dan Wonosobo, yang rerata kemiskinannya masih di atas rata-rata provinsi dan nasional.

Endi menyebut, kolaborasi antara Pemprov Jateng dan filantropi serta pihak swasta telah berjalan. Di antaranya dengan filantropi Barisan Gotong Royong (Barong) dan PT Astra International Tbk, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jateng.

Pada akhir 2023, melalui kerja sama dengan Baznas Jateng, PT Astra dan Filantropi Barong Indonesia ditargetkan akan mengintervensi pembenahan rumah tak layak huni sebanyak 707 unit, jamban sehat 1.534 unit, penyediaan air bersih 64 unit, dan bantuan modal usaha untuk 1.664 orang.

Adapun, nominal bantuan Baznas untuk PKE 2023 direncanakan sebesar Rp10 miliar,  Sementara, bantuan corporate social responsibility (CSR), BUMN, dan BUMD, potensinya bisa mencapai lebih dari Rp4 miliar.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *