“Alokasi dana dari APBD akan didukung peran pihak ketiga untuk membantu desa wisata kembali bergerak positif,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, bupati mengimbau para pengelola untuk menjajagi segala kemungkinan bentuk kerja sama dengan desa sekitar. Sehingga, akan tercipta hubungan saling menguntungkan dan berkembang bersama.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Wiwin Sulistyowati menjelaskan, rapat koordinasi itu dimaksudkan untuk mengembangkan kembali potensi desa wisata. Selain itu, untuk menciptakan sinergitas antardesa wisata.
“Kerja sama itu diharapkan dapat mewujudkan desa yang kreatif. Sekaligus mengoptimalkan potensi desa agar ekonominya mandiri,” terangnya.
Ia menyampaikan, saat ini ada 74 desa wisata di Kabupaten Semarang. Angka itu terbanyak di Jawa Tengah. Ada dua desa wisata yang telah berkategori maju dan lainnya dalam pengembangan.
