Pemasangan alat bantuan dari Kemenristek RI itu dilakukan bekerja sama dengan himpunan mahasiswa kesehatan lingkungan Udinus Semarang. Peresmian ditandai pengguntingan pita secara bersama-sama oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Kusni Ingsih, Kepala Prodi Kesehatan Lingkungan Dr Slamet Isworo, perwakilan Kecamatan Ungaran Timur dan Desa Kalongan. Sebelumnya. Hadir di acara ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang Heru Purwantoro.
Sementara itu, Slamet Isworo menjelaskan satu alat deteksi dini lainnya dipasang di Dusun Dampu. Dusun itu relatif lebih jauh dari titik longsor. Pihaknya telah bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Semarang sebelum memasang alat itu.
Menurutnya, alat sensor itu dihubungkan dengan aplikasi yang memudahkan pemantauan pergerakan tanah. Aplikasi tersebut juga telah dirancang untuk bisa mendeteksi titik tambahan jika diperlukan.
“Kelebihan aplikasi ini dapat mentransfer data ke website. Sehingga akan lebih memudahkan pengamatan,” terangnya.
Untuk keperluan pemantauan, saat ini sedang diusulkan pengadaan satu unit komputer subdisi dari Udinus.
