Belum lagi, lanjutnya, pencairan PIP yang tidak serentak, terkadang membuat keluarga penerima PIP harus berkali-kali ke bank untuk memastikan pencairannya.
Hal tersebut dinilai cukup merepotkan penerima PIP. Terlebih yang memiliki akses perbankan yang jauh dari tempat tinggalnya.
BACA JUGA: Pemkot Yogyakarta Perkuat Integritas ASN Cegah Peluang Korupsi
Untuk itu, ia mendorong bank-bank yang menjadi mitra penyaluran PIP untuk dapat memberikan layanan jemput bola.
Misalnya dengan menyalurkan dana bantuan pendidikan dengan datang langsung ke masing-masing sekolah.
Sehingga akses perbankan untuk pencairan dana PIP lebih mudah menjangkau keluarga penerima.
“Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kenapa tidak coba perbankannya dipanggil? Harusnya perbankan harus bisa memberikan layanan yang mereka jemput bola gitu,” ujar Kadafi.
BACA JUGA: Kemarau Panjang, Harga Cabai di Yogyakarta Naik
“Mereka memberikan jadwal ke sekolah-sekolah untuk hadir untuk pencairan karena kan dalam pencairan ini kan enggak boleh diwakilkan,” pungkasnya.
