“Ini sebagai langkah persiapan pembangunan rest area tol yang ada wilayah Klaten, kita siapkan UMKM lokal untuk mengisinya,” paparnya.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Klaten ini juga menargetkan turunnya angka kemiskinan dan stunting di tahun 2025. Untuk angka kemiskinan turun hingga 11 persen dari 12,33 persen, sementara angka stunting menjadi 10 persen dari 14,65 persen.
“Target yang tidak mudah dan perlu upaya yang besar untuk mewujudkannya. Maka dari itu perlu diprioritaskan di tahun depan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten, Jajang Prihono mengatakan perancangan RKPD harus berlandaskan efektifitas, ekonomis, dan efisiensi. Sehingga penyusunan anggaran tidak lagi dilakukan secara sektoral namun harus mengusung sinergitas agar target pembangunan daerah dapat dicapai secara maksimal.
“Sehingga semua sisi kebutuhan kita dapat dirangkum dan diimplementasikan. Sehingga dimungkinkan diintegrasikan antar OPD,” katanya. (*)
