Berkaitan dengan proses pilkada, jelasnya, PKB Kabupaten Semarang hari ini kursinya hanya lima dan belum cukup untuk mengusung sendiri calon bupati dan wakil bupati dan itu harus berkoalisi dengan partai politik (parpol) lain.
Maka pengurus maupun ketua partai (PKB Kabupaten Semarang) sedang melakukan komunikasi politik yang intensif dengan parpol- parpol lain, agar nanti bisa terjadi kesepakatan koalisi.
Harapannya ketika nanti kolaisinya sudah jelas dan cukup untuk mendaftar ke KPU Kabupaten Semarang, apa yang menjadi perintah partai pada prinsipnya akan siap dilaksanakannya.
Namun begitu ia belum sepakat dengan anggapan jika dirinya siap ‘pecah kongsi’ dengan H Ngesti Nugraha. “Belum tentu juga, karena kolaisi pada pilkada serentak kali ini bersamaan dengan pemilihan gubernur (pilgub),” tegasnya.
Pilgub, jelas Basari, logikanya juga ada koalisi bareng baik di tingkat provinsi dengan tingkat kabupaten. Sehingga nanti dalam kampanye konsolidasinya akan menjadi lebih enak.
Hari inipun, lajutnya, koalisi di tingkat provinsi (pilgub) saja juga belum ketemu dan format koaisi bupati juga belum jelas dan masih menunggu hasil komunikasi politik yang sedang dibangun.
