Pawai Budaya Unduh-Unduh Wujud Syukur Masyarakat Klitren Yogyakarta

“Saya berharap ini bisa menjadi. atraksi wisata yang berbasis budaya. Ada dua tujuan, wisatawan bisa menikmati dan mengapresiasi tetapi budaya tetap lestari,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Paguyuban Seni dan Budaya Kelurahan Klitren, Sugeng Kiswanto mengatakan Pawai budaya Unduh-Unduh adalah kegiatan unggulan di Kelurahan Klitren. Dia menuturkan tradisi Unduh-Unduh awalnya diadakan Gereja Gondokusuman, dan Samirono Baru. Lalu diadopasi masyarakat Klitren sehingga menjadi milik masyarakat.

“Tujuan Unduh Unduh itu ucapan syukur dari masyarakat kepada Tuhan,” ujar Sugeng.

Dia menyatakan Unduh-Unduh berasal dari kata mengunduh atau panen. Makna panen di kota tidak panen hasil bumi tapi panen hasil kerja seperti naik jabatan, naik kelas dan misal pedagang laris produk yang dijual. Pawai Budaya Unduh-Unduh melintasi Jalan Urip Sumoharjo dan berakhir di Embung Langensari.

“Harapannya tetap seperti ini akan lestari tiap tahun karena menjadi unggulan dari Kelurahan Klitren. Dari kita untuk Kita,” pungkasnya. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *