Generasi Muda Pilih Pekerjaan yang Langsung Menghasilkan Uang, Regenerasi Petani Masih Sulit Dilakukan

Selain optimalisasi lahan pertanian, saat ini Pemkab Semarang juga terus mendorong pemanfaatan teknologi pertanian modern sebagai salah satu cara untuk menopang produktivitas pertanian.

Seperti penggunaan traktoruntuk membalik tanah, rice transpalnter untuk menanam padi, penggunaan drone untuk melakukan penyemprotan, penggunaan mini combine harvester untuk memanen padi dan lainnya.

“Untuk tahun 2024 ini, kita memang baru ada anggaran untuk penyediaan alat pertanian modern bagi empat kecamatan,” jelasnya.

Nantinya, alat pertanian modern yang akan dibeli oleh Pemkab Semarang tidak akan dihibahkan kepada kelompok tani (poktan) atau gabungan kelompok tani (gapoktan), tetapi disiapkan di kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP).

Harapannya, nanti masyarakat (petani) yang membutuhkan bisa meminjam gratis tanpa dipungut biaya atau disewakan. “Peralatan pertanian modern ini akan kita beli di tahun 2024 ini dan di tahun yang akan datang,” tegasnya.

Upaya lain yang akan dilakukan, lanjut bupati, di Kabupaten Semarang masih ada 2.400 hektare sawah tadah hujan yang hanya mampu panen sekali dalam setahun. Maka pompanisasi akan dioptimalkan untuk meningkatkan panen lahan tadah hujan tersebut.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *