Dimana pada tahun 2022 Kota Yogyakarta sempat mengalami inflasi yang cukup tinggi, yaitu sebesar 6,49 persen. Namun pada tahun 2023 inflasi di Kota Yogyakarta mengalami penurunan signifikan menjadi 3,17 persen.
Untuk mengendalikan inflasi pada aspek keterjangkauan harga, pemerintah melakukan berbagai kegiatan salah satunya menyalurkan bantuan pangan berupa beras 10 kg kepada 27.236 keluarga penerima manfaat (KPM)
Tak hanya itu, telah dilaksanakan pasar murah di Kemantren yang sudah berlangsung pada 26 Februari hingga 18 Maret 2024. Selain itu, pemerintah juga meresmikan Kios Segoro Amarto di Pasar Sentul.
Andarini menambahkan, pengendalian inflasi juga dilakukan pada aspek ketersediaan pasokan dengan bekerjasama Kabupaten Sleman khususnya dalam penyediaan pasokan komoditas cabai, Kabupaten Bantul untuk penyediaan pasokan komoditas beras, cabe, dan bawang merah, serta kerjasama dengan Kabupaten Blitar untuk penyediaan pasokan telur ayam ras.
“Kota Yogyakarta bukan sebagai daerah produsen pangan, sehingga isu ketahanan pangan dan jaminan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok menjadi sangat penting bagi Kota Yogyakarta,” imbuhnya.
