“Kalau dasar dari BMKG, kita masih kemarau basah, semoga nanti apa yang sudah disiapkan mencukupi, biasanya CSR juga akan turun,” katanya.
Ia menuturkan, kalau melihat dari tahun lalu, permintaan bantuan air puncaknya pada akhir tahun.
“Semoga tetap kemarau basah, sehingga tidak terlalu signifikan untuk bencana kekeringan,” lanjutnya.
Totok mengimbau pada masyarakat supaya bantuan air bersih bisa didroping pada satu titik, karena di beberapa wilayah, permintaannya di setiap rumah berhenti, itu memperlambat armada untuk bergerak ke wilayah desa lain.
“Harapannya, masyarakat bisa membantu kami di satu tempat penyaluran air, nanti manakala perlu tandon air kami ada,” pungkasnya. (*)
Halaman: 1 2
