Ditambahkan, makanan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA), mesti diperhatikan, agar tumbuh kembang anak tidak terhambat, serta terhindar dari stunting.
“B2SA tidak mahal, asal bisa memanfaatkan lahan pekarangan,” ujar Lucia.
Penjabat Ketua TP PKK Jateng, Shinta Nana Sudjana, mengatakan, potensi pangan lokal Jateng sangat bervariasi. Oleh karena itu, melalui gerakan Aku Hatinya PKK, ia mengajak kader PKK di daerah mampu mengoptimalkan hal tersebut.
“Kita masih harus mengejar penurunan stunting. Untuk mencapai hal itu, kegiatan sosialisasi,pelatihan pemanfaatan pekarangan mesti terus dilakukan. Sebab, kampanye tidak bisa hanya dilakukan sekali, melainkan harus kontinu, sekaligus mengingatkan diri, apakah program kedaulatan pangan yang dilakukan sudah efektif,” ujarnya.
Setelah memperoleh sosialisasi, Shinta berharap kadernya menyebarluaskan ilmu hingga tingkat Dasar Wisma. Dengan cara itu, diharapkan gaung pemanfaatan pekarangan semakin kuat dan tidak hanya teori.
