Senada, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina menjelaskan bahwa kasus stunting di Kabupaten Boyolali jumlahnya naik turun sesuai dengan hasil penimbangan. Dari data e-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), angka stunting di Kabupaten Boyolali berada di tujuh sampai delapan persen.
“Stunting di Boyolali dapat dilihat dari dua indikator. Kalau dari indikator e-PPGBM itu kita angkanya berada di sekitar 7-8 persen atau sekitar 4.000 anak. Yang kedua dilihat dari hasil survei, kalau dilihat dari hasil survei ini dilaksanakan oleh pemerintah pusat ini kita di angka 21,5 persen jadi sama dengan angka Nasional,” jelasnya.
Dilanjutkan, dengan adanya kolaborasi yang optimal dari jajaran kesehatan juga dengan tim yang ada di lapangan, memberikan penanganan menyeluruh kepada para sasaran sasaran kasus stunting di Boyolali.
Sehingga pihaknya mengadakan pertemuan TPPS Kabupaten Boyolali yang mengedepankan topik tentang strategi komunikasi,
“Dimana strategi komunikasi mempunyai peranan sangat penting dalam menjalin komunikasi baik dengan lintas agama melalui pendekatan agama maupun juga melalui pendekatan komunitas atau kelompok masyarakat serta juga melalui pendekatan internal keluarga,” katanya.
