Untuk itu, dia berharap lebih banyak peluang investasi yang dijajaki. Seperti, peluang investasi di bidang infrastruktur, pendidikan digital, dan energi terbarukan.
Nana menyebut, hubungan perdagangan Jateng dengan UEA telah terjalin lama. Jawa Tengah sudah banyak mengekspor komoditas, seperti kopi, teh, rempah, olahan daging, olahan ikan, hingga produk tekstil ke semenanjung Arab.
Dubes UEA Abdulla Salem Obaid Salem Aldhaheri menanggapi serius terkait peluang kerja sama tersebut. Pada kunjungan itu, selain CEO Abu Dhabi Port Ahmed Al Mutawwa, turut hadir pula Head of Economic Affairs Section at UAE Embassy in Indonesia Meera Alzeezi, Port Advisor RJ Lino, dan UAE Embassy in Indonesia Farul. Selain itu hadir pula Deputy Director Blair Institute Indonesia, Arfinandi Ferialdy, serta Manager Tony Blair Institute Indonesia, Martin Stepanek.
Abdulla Saleem menegaskan, pada kunjungan kali ini pihaknya memfokuskan pada peluang kerja sama pengembangan pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang.
“Hari ini rencananya untuk ekspansi dan memodernisasi (pelabuhan). UEA berkeinginan kuat untuk membuka kesempatan kerja sama ini. Dan kembali lagi dengan rekomendasi, bagaimana kita bisa mengembangkan pelabuhan ini bersama di masa depan,” urainya.
