Ia mengaku, sengaja membeli sayur dari petani di Kecamatan Getasan karena saat ini harga sayur turun drastis. “Contohnya kulbis harga per kilogram Rp500, kita membeli Rp750. Memang beli lebih mahal agar membantu petani supaya harganya kembali meningkat,” ungkapnya.
Ngesti menyampaikan, petani di Kabupaten Semarang secara bertahap menerapkan pola pertanian modern. Ngesti mencontohkan petani di Candirejo Kecamatan Tuntang yang telah berhasil menekan biaya produksi, tapi hasilnya meningkat. Selain itu, kesuburan tanahnya juga tetap terjaga.
“Ini memperkokoh ketahanan pangan di Kabupaten Semarang,” kata Ngesti.
Sementara salah seorang peserta senam warga Tuntang, Erna mengaku senang adanya kegiatan tersebut. Selain merasa sehat usai senam bersama, dia mendapat sayuran segar dari petani. “Nanti dimasak di rumah bisa buat sekeluarga sayurnya,” ujarnya. (dhi)
