Semarak Hari Santri 2024, Ngesti Nugraha Disambut Hangat di Susukan

UNGARAN, Cakram.net – Alun-alun Susukan, Kabupaten Semarang, berubah menjadi lautan santri dalam peringatan Hari Santri yang dihadiri Calon Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, Selasa 22 Oktober 2024.

Acara tersebut juga menjadi momen pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Susukan.

Kehadiran Ngesti disambut meriah oleh para santri dan jamaah. Bahkan, antusiasme semakin terasa ketika Ngesti diminta berfoto bersama oleh para santri.

Tak hanya itu, sekelompok anak-anak dengan semangat menghampiri Ngesti, meminta tanda tangan di atas bendera yang mereka bawa.

Dalam sambutannya, Sekretaris PC NU Kabupaten Semarang, Abdul Kholik, mengingatkan pentingnya loyalitas para kader NU kepada pemimpin yang mengutamakan pelayanan terhadap masyarakat.

“Pemimpin itu harus melayani rakyatnya, dan NU harus tegak lurus dalam mendukung pemimpin yang seperti itu,” tegasnya.

Kholik juga menekankan bahwa setiap pemimpin, dari level tertinggi hingga ketua ranting, harus memenuhi tiga syarat penting: pintar, benar, dan memiliki waktu (kober).

“Kalau salah satu saja tidak dipenuhi, kepemimpinannya tidak akan berjalan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Bupati Semarang, Basari, mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan selama tahapan Pilkada 2024. “Walaupun berbeda pilihan, persatuan harus tetap dijaga.

Jangan sampai terpecah belah hanya karena Pilkada. Persatuan adalah kunci pembangunan Kabupaten Semarang,” ujarnya.

Basari juga memberikan nasihat agar warga Nahdliyin tidak ragu untuk meminta arahan dari para kiai jika bingung menentukan pilihan.

“Jika bingung siapa yang pantas dipilih, tanya saja kepada kiai. InsyaAllah akan diberikan arahan yang terbaik,” katanya.

Tak lupa, Basari mengimbau seluruh masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada 27 November 2024.

“Jika sudah memenuhi syarat, datanglah ke TPS dan gunakan hak pilih kalian,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Basari mengingatkan agar orang tua lebih memperhatikan anak-anak remaja mereka, terutama dalam penggunaan ponsel.

“Awasi anak-anak, karena jika tidak, mereka bisa terseret pergaulan negatif, bahkan terlibat dalam hal-hal berbahaya seperti tawuran,” tutupnya.

Acara yang penuh kehangatan dan semangat kebersamaan ini menjadi pengingat pentingnya persatuan dan tanggung jawab sosial di tengah proses politik yang sedang berjalan.(*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *