Banjarnegara Segera Bangun Hunian Tetap bagi Warga Terdampak Tanah Gerak

“Yang penting (jalannya) bisa dilewati sepeda motor dulu. Kasihan anak-anak harus memutar sekitar setengah jam untuk sampai di sekolah. Nantinya harus ada akses untuk sepeda motor, agar bisa menjadi akses jalan ke sekolah. Jalan tersebut juga menjadi akses perekonomian masyarakat, sehingga harus menjadi perhatian khusus,” tambahnya.

Masrofi mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, karena musim hujan diperkirakan masih berlangsung hingga Februari 2025. Terlebih, warga yang tinggal di daerah rawan bencana.

“Kalau terjadi hujan, (masyarakat) lebih baik mengungsi karena bisa terancam, karena kondisi tanah saat ini masih bergerak. Jadi kalau hujan lebih baik mengungsi ke tetangga atau saudaranya dulu, yang berada di lokasi aman,” pesannya.

Sebagai informasi, berdasarkan catatan BPBD Banjarnegara, bencana tanah bergerak terjadi di Dukuh Kali Ireng, Desa Ratamba, Kecamatan Pejawaran. Dampaknya, beberapa bangunan mengalami rusak berat, yakni 16 unit rumah, 1 unit musala, dan 1 pondok pesantren. Selain itu, sebanyak 7 rumah terancam rusak karena berada di sekitar wilayah patahan.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 21 kepala keluarga atau 62 orang, mengungsi ke rumah- rumah warga. Selain itu, jalan kabupaten di wilayah Karangkobar-Batur amblas sepanjang 600 meter, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan bermotor.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *