YOGYAKARTA, Cakram.net – Pemerintah Kota Yogyakarta resmi memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga 28 Februari 2025. Keputusan ini dituangkan dalam Keputusan Wali Kota Yogyakarta Nomor 493 Tahun 2024 sebagai respons terhadap potensi cuaca ekstrem selama puncak musim hujan.
Ketua Tim Kerja Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan Dan Data Informasi Komunikasi Kebencanaan BPBD Kota Yogyakarta Darmanto menjelaskan bahwa langkah ini diambil berdasarkan rekomendasi BMKG yang memprediksi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi di wilayah DIY dalam beberapa bulan kedepan.
“Seluruh wilayah kota berada dalam periode rawan bencana hidrometeorologi. Cuaca ekstrem ini tidak hanya meningkatkan risiko banjir dan longsor, tetapi juga kerusakan akibat angin kencang dan pohon tumbang, terutama di area padat penduduk,” kata Darmanto, dilansir dari warta.jogjakota.go.id, Senin 6 Januari 2025.
Dalam siaran pers BMKG pada 20 Desember 2024 disebutkan curah hujan Januari hingga Maret 2025 berada pada kriteria menengah hingga sangat tinggi, mencapai 201–500 mm per bulan. Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Februari 2025, dengan risiko meningkatnya bencana hidrometeorologi seperti banjir, talud longsor, angin kencang, dan pohon tumbang.
Darmanto mengungkapkan selama periode Oktober hingga Desember 2024, tercatat 54 kejadian bencana di Kota Yogyakarta. Sebanyak 33 diantaranya berupa pohon tumbang dan dahan patah. Insiden lainnya meliputi atap bangunan roboh, serta talud longsor atau retak.
