Serapan Gabah di Kecamatan Ngluwar Magelang Tembus 4,5 Ton

Dalam program stabilisasi harga ini, pihak TNI bertugas mengawal dengan melaksanakan pendampingan, edukasi kepada para petani agar gabah yang dipanen dijual ke Bulog tidak ke pihak lain.

“Sehingga harga pembelian gabah dari Bulog itu sama. Tidak ada yang lebih tinggi ataupun lebih rendah. Nantinya Bulog akan membeli seluruh gabah, diserap dengan harga Rp6.500,” tegas Sriyanto.

Menurutnya, berdasar paparan dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magelang termasuk Kepala Kanwil Bulog Wilayah Kedu, nanti dari harga Rp6.500 itu semua gabah akan diserap Bulog yang kemudian melakukan proses di penggilingan padi yang sudah terpilih oleh Bulog. Dari proses gabah menjadi beras itu Bulog akan dapat operasional kurang lebih Rp400/kg.

Diharapkan, seluruh petani di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, harga gabah yang dibeli sama, tidak ada lagi ketimpangan harga akibat permainan tengkulak yang memanfaatkan hasil panen gabah petani.

Dalam hal ini, lanjutnya, tugas TNI nanti untuk mendampingi jangan sampai para petani menjadi korban atau dimanfatkan oleh pemodal dengan pembelian gabah di bawah harga yang ditetapkan itu.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *